Dalam keterpurukan yang amat sangat dalam seseorang pasti akan memunculkan sisi gelapnya. Dimana senyuman berubah menjadi gertakan gigi dan semua ekspetasi tentang kebahagiaan memunculkan ambisi untuk melakukan kejahatan tak bermoral. Tujuan akhir dari kejahatan ini adalah satu, yaitu mencapai titik puncak kebahagiaan yang nyaman. Kejahatan akan memakan korban untuk mencapai sesuatu yang dinamakan kebahagiaan. Korban itulah yang akan ditumpuknya agar mencapai titik puncak kebahagiaan. Lalu siapakah yang akan menjadi korban? Kita pasti akan bertanya tanya.
Diibaratkan masuk ke dalam jurang antah belantah, semua orang pasti akan mencari jalan untuk kembali ke permukaan apapun caranya. Mereka mengarahan tangan mereka ke matahari dan berusaha memegangnya agar dapat kembali melihat cahaya kehidupan yang lebih dekat lagi.
Aku adalah tangan. Tangan yang akan melakukan kehendak-Nya agar tercapai kekekalan hidup abadi, Dia yang berada diatas akan mengulurkan tangan dan talinya agar kita dapat naik menuju tahta kerjaan ilahi. Dia akan membuat anak tangga yang dapat dinaiki oleh barangsiapa yang percaya pada-Nya. Dengan semangat, kerja keras dan iman maka kita dapat meraih tangan-Nya. Kita akan dapat diangkat ke atas roda kehidupaan yang penuh kebahagiaan. Bahkan kita tak butuh takdir roda kehidupan itu lagi. Dengan tangan yang dapat meraih segalanya, Ia akan menjamah kita, memberkati kita agar percaya dan pergi menuju takdir Kerjaan Surgawi.
Maka anggaplah kehidupan bagaikan tangga. Kita dapat naik jika berusaha, namun jika kita bermalas-malasan maka kita sendirilah yang akan jatuh dari tangga tersebut.
Keep on Fire!
#belum selesai dipending karena ngantuk berat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar